" Izakod Bekai Izakod Kai", inilah kalimat pertama yang terbaca di Bandara Mopah Merauke. Tulisan ini menjadi pertanyaan bagi 14 peserta K2N UI yang tiba pada tanggal 2 Juli 2010. Izakod Bekai Izakod Kai merupakan slogan dari masyarakat Merauke yang berarti "Satu Hati Satu Tujuan". Kalimat yang menandakan bahwa masyarakat merauke merupakan masyarakat yang bersatu-padu. Tulisan itu terpampang di banyak tempat di kota Merauke termasuk di pintu gerbang ruangan penyambutan atau disebut juga ruangan VIP di Bandara Mopah.
Bandara Mopah merupakan bandara lokal dengan luas bangunan yang tidak terlalu besar. Fasilitasnya pun sangat jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Jika di Bandara Soekarna - Hatta segala sesuatunya menggunakan peralatan canggih, seperti alat yang secara otomatis dapat berputar sehingga kita dapat mengambil tas atau barang bawaan yang ada di bagasi pesawat dengan mudah. Namun di Bandara Mopah Merauke kita harus menarik atau mendorong tas-tas tersebut sehingga dapat berpindah dan bertemu dengan pemiliknya.
14 Peserta yang didampingi oleh Penanggung Jawab K2N UI 2010 Arman Nefi, S. H. MM, Dosen Pendamping Sri Murni M. Kes, Wakil Rektor Bidang Akademik Bpk. M. Anis, dan dua orang mahasiswa pendamping lapangan Eko Budi Wibowo dan Maria Artanti mendapat sambutan oleh pemerintah setempat dan Pangdam XVII Cendrawasih diawali dengan salam "Selamat datang di Merauke" dan sarapan pagi yaitu lontong dan soto ayam. Setelah berbincang dan sarapan, rombongan K2N UI Merauke 2010 diantar ke Aula Gedung Mean Sai Pemda Merauke.
Sambutan hangat dari Bapak J. Gluba Gebze tidak hanya sampai di aula tetapi juga hingga di tempat tinggal peserta K2N UI Merauke. Setelah selesai penyambutan di Aula Gedung Mean Sai Pemda Merauke rombongan pun diantar oleh Bapak J. Gluba Gebze dan rombongan, beserta Pangdan XVII Cendrawasih Mayjen TNI Hotma Marbun dan rombongan. Jarak Kota Merauke dan Distrik Sota cukup jauh dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan.
Sesampainya di Distrik Sota, rombongan telah ditunggu oleh Bapak Kepala Adat yang kemudian akrab dipanggil Papa Daud dengan pakaian adatnya. Dialog pun dimulai oleh Bapak Bupati Merauke dengan masyarakat setempat untuk memperkenalkan mahasiswa yang akan bermukim selama satu bulan. Berbagai bantuan pun diberikan oleh Bapak Bupati demi kelancaran pelaksanaan K2N UI di Merauke. Tak pakai hitung-hitungan, dengan sengaja Bapak Bupati saat itu membeli sebuah rumah milik Bapak Anwari untuk tempat tinggal mahasiswa selama satu bulan dan selanjutnya rumah tersebut digunakan sebagai rumah baca masyarakat Sota, selain itu peserta juga diberikan bantuan seperti kasur, bantal, kompor, peralatan dan perlengkapan memasak, jenset, sanyo, senter, dan yang lebih penting adalah sepeda. Inilah 2 Juli 2010, hari pertama yang begitu mengagumkan bagi ke-empat belas peserta K2N UI Merauke 2010. Di sinilah para peserta membuktikan bahwa Mahasiswa itu Pro Rakyat! Lanjutkan K2N!